Rokok elektrik, bagaimana bahaya dan efek sampingnya?

Dilihat 14,7 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Rokok tembakau telah lama terbukti sebagai salah satu pembunuh paling potensial dan penyebab utama kanker paru-paru, namun bagaimana dengan rokok elektrik vaping yang sensasional belakangan ini? Pipa hisap modern yang dikembangkan di Tiongkok pada sekitar tahun 2004 ini telah diklaim sebagai alternatif tembakau paling baik bagi para perokok yang ingin berhenti namun masih menginginkan atau membutuhkan asupan nikotin, serta dianggap lebih aman bagi masyarakat sekitar yang merupakan perokok pasif. 

Berbagai macam rokok elektrik menghasilkan asap lebih banyak dan lebih tebal dibandingkan dengan rokok tembakau biasa, namun rumor aman yang telah tersebar dan aromanya yang beraneka macam membuat para penikmatnya tidak sungkan untuk menggunakannya di tempat umum. Bahkan telah dibentuk berbagai komunitas vapor Indonesia dan kafe khusus penikmat vape di berbagai daerah sebagai bentuk kecintaan dan apresiasi mereka terhadap benda ini. Namun, apakah rokok elektrik vaping ini benar-benar aman tanpa efek samping apapun?


rokok elektrik


Seperti Apakah Rokok Elektrik?


Rokok elektrik memiliki bentuk yang hampir mirip dengan rokok biasa yang telah kita kenal selama ini, namun lebih besar dan berat, hampir-hampir terlihat seperti pulpen. Alat ini terdiri dari cartridge, vaporizer (alat penguap), dan baterai. Rasa rokok ini tidak terlalu 'nendang', dan butuh hisapan lebih dalam dan menahan asap lebih lama untuk mendapakan sensasi seperti rokok tembakau konvensional.

Dalam rokok elektrik digunakan alat yang menghasilkan panas yang berguna untuk menguapkan cairan. Alat penguap ini dapat diisi ulang dengan cairan vapor (e-juice) dan memiliki rasa-rasa yang bervariasi. Cairan ini memiliki berbagai macam rasa, seperti kopi, buah-buahan, coklat, dan susu.

Rokok ini menggunakan baterai lithium kecil dan harus diisi ulang (rechargeable). Beberapa di antaranya dilengkapi lampu LED di ujungnya sehingga memiliki efek menyala ketika dihisap seperti rokok tembakau. Sensasi asap tebal juga akan kita dapatkan dari rokok elektrik, hanya saja asap itu berasal dari uap e-juice. 


rokok elektrik


Apa Saja Kandungan Dalam Rokok Elektrik?


Rokok elektrik adalah sebuah inhaler (alat hirup) berbasis baterai yang memberikan nikotin, yang disebut oleh WHO sebagai sistem pengiriman elektronik nikotin. 

Benda ini menggunakan listrik dari tenaga baterai untuk memberikan nikotin dalam bentuk uap sehingga dikenal dengan sebutan Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Dan untuk menghasilkan uap, rokok elektrik diisi dengan e-juice (vapor liquid) yang mengandung bahan-bahan berikut ini:

• Vegetable Glycerine

Merupakan bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). Vegetable glycerine adalah bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit terasa manis.

• Propylin Glicol

Bahan penguat rasa berbentuk cair. Propylin glicol pada umumnya dipakai pada essence makanan dan minuman ringan. Sifatnya tidak berbau dan terasa manis.

• Flavour Essence

Aneka perasa yang memberi rasa pada asap, bahan bakunya adalah flavour essence (perasa) kue yang memiliki aneka rasa, warna dan bau. Kualitas dari essence ini memberi pengaruh pada rasa liquid.

• Nikotin cair

Nikotin cair adalah nikotin seperti pada rokok dalam bentuk cair. Nikotin ini dapat digunakan pada liquid atau tidak. Biasanya liquid yang mengandung nikotin digunakan oleh perokok yang berniat untuk berhenti merokok sebagai pengganti rokok biasa. Biasanya setelah beberapa periode, jumlah rokok yang digunakan akan berkurang jauh.


Apakah Rokok Elektrik Aman Digunakan? Apa Saja Efek Sampingnya?

Rumor dan isu yang disebarkan oleh produsen mengenai keamanan rokok ini ternyata tidak terbukti benar, karena sebenarnya belum ada bukti atau penelitian resmi yang menyatakan bahwa rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau konvensional.


bahaya rokok elektrik


Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang, ditemukan bahwa rokok elektrik vaping mengandung karsinogen 10 kali lipat lebih banyak daripada sebatang rokok tembakau. Karsinogen adalah sekumpulan zat yang dapat mengacaukan DNA, dan berpotensi membantu pertumbuhan kanker.

Selain itu, CNN Indonesia menyatakan bahwa rokok ini dapat menyebabkan keracunan nikotin akut dan berujung pada kematian. Uapnya yang terhirup oleh perokok pasif juga mampu menimbulkan asma, sesak napas, dan batuk. 

Rokok elektrik yang murahan atau tidak terjamin mutunya juga kebanyakan memiliki ketidakstabilan baterai, sehingga beberapa kali ditemukan kasus rokok meledak ketika sedang diisi ulang hingga ketika sedang dihisap oleh pengguna dan menimbulkan luka serius di wajah.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menyebutkan bahwa rokok elektrik yang telah beredar di beberapa kota di Indonesia adalah barang ilegal yang belum melakukan uji klinis, bahkan masuk ke dalam kategori barang berbahaya. Selain itu, vape juga dilarang penggunaan dan peredarannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena tidak memiliki jaminan keamanan.


rokok elektrik meledak


Dalam penggunaan jangka panjang, rokok elektrik juga dapat menyebabkan bahaya ketergantungan seperti tembakau. Alat ini merupakan cara baru memasukkan nikotin dalam tubuh, dan kita semua mengetahui bahwa nikotin dapat meningkatkan adrenalin dan tekanan darah, serta mengakibatkan ketagihan. Beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan telah membuktikan beberapa hal, yaitu:

•  Rokok elektrik diklaim mengandung zat berbahaya seperti Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG) dan Karbon Monoksida.

•  Penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang, dapat meningkatkan kadar plasma nikotin secara signifikan hanya lima menit setelah penggunaannya.

•  Rokok elektrik meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi secara signifikan yang dapat mengganggu kesehatan.

•  Memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok tembakau, yaitu kadar nitrit oksida udara ekshalasi menurun secara signifikan dan tahanan jalan napas akan meningkat signifikan.


Telah diketahui beberapa efek samping paling mengerikan dari rokok elektrik vaping ini bagi tubuh manusia, antara lain:


  • Mempengaruhi Kesuburan Pria

Bahaya dari rokok elektrik dalam hal ini tidak jauh berbeda dari rokok tembakau konvensional, yaitu mempengaruhi/menurunkan kualitas sperma hingga sulit untuk mendapatkan keturunan. Ditambah lagi, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Susan Hodgekin dari Institut Maryland, ditemukan hubungan antara impotensi dan penggunaan vape. 99% kasus impotensi terjadi pada pria dengan jangkauan umur 22-40 tahun setelah mereka mengalami ketergantungan akan rokok elektrik vaping.


  • Peradangan Paru-Paru

Rokok elektrik dapat memicu peradangan paru-paru hanya 30 menit setelah penggunaan, hal ini menunjukkan bahwa vape memiliki dampak yang sama dengan rokok tembakau biasa, bahkan lebih cepat. 


  • Memicu Kanker

Menurut Stanton Glantz dari Tobacco Control Research and Education di University of California, uap asap rokok elektrik berkemungkinan mengandung jejak bahan kimia penyebab kanker, seperti formalin, aldehida, acrolein, dan dietilen glikol, atau logam beracun seperti nikel. Semakin tinggi tegangan baterai, semakin tinggi suhu dalam kumparan dalam rokok elektrik, dan semakin tinggi panas yang dihasilkan berarti jumlah bahan kimia yang dilepaskan semakin banyak.


Diawali dengan sesak nafas, selanjutnya diketahui bahwa bahan kimia yang dihirup melalu vape ternyata mengendap di dalam paru-paru. Berbeda dengan rokok tembakau yang hasilnya berupa asap hasil pembakaran, rokok elektrik menghasilkan uap air dengan masa yang lebih berat dibandingkan hasil pembakaran. Hal ini bisa berdampak pada pembengkakan paru-paru, kesulitan bernafas, dan kematian.



Di Mana Saya Bisa Mendapatkan Rokok Elektrik?


Apabila kau memang sangat ingin mencobanya, bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan benda ini. Toko-toko online seperti Lazada dan Tokopedia menyediakan rokok elektrik dengan harga yang beraneka macam, mulai dari Rp 30.000 hingga jutaan rupiah. Namun ingat, ada harga ada kualitas, selalu ingat dengan ledakan rokok elektrik vaping yang mungkin saja terjadi di mulutmu.

Berikut ini adalah beberapa macam rokok elektronik dengan kualitas terbaik:

1.  VaporFi

Harganya memang beragam, dari Rp. 150.000 hingga jutaan, namun setidaknya VaporFi memiliki baterai yang stabil dan lebih aman.

2.  HaloCigs

HaloCigs bukan termasuk merk rokok elektrik yang begitu terkenal, namun untuk masalah kualitas merk satu ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan rokok elektrik satu ini sangat dikenal akan kualitas dan performa rokok elektronik yang mereka produksi, aksesoris, serta kehandalan mereka dalam menyajikan e-liquids yang berkualitas

3.  V2Cigs

V2Cigs merupakan salah satu brand rokok elektrik yang ramai di pasaran dan untuk masalah kualitas juga tidak bisa diremehkan. Bila mengunakan V2 Cigs, kau akan memperoleh jumlah asap yang memuaskan.



Produsen rokok elektrik memang berbondong-bondong menyatakan bahwa produk ini aman dan sempurna sebagai alternatif pengganti rokok tembakau konvensional, namun kenyataannya tidak demikian. Selain mengandung kadar nikotin yang tidak diketahui jumlahnya, bahan kimia yang dikandung vape juga tidak kalah jumlahnya dan menimbulkan pengendapan di paru-paru. Selain ilegal, harga vape dengan kualitas terbaik juga cukup mahal, tidak ada yang di bawah Rp. 800.000. Memang bagi anak muda, harga yang mahal inilah yang juga akan menaikkan gengsi mereka dan membuat mereka bisa tergabung dalam komunitas vapor Indonesia.

 Apabila kau memang ingin mencari pengganti rokok, lebih baik alihkan ke permen, cokelat, atau buah-buahan. Hal ini tentu saja lebih berguna bagi kesehatanmu.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang