Berapa kali kita harus melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS)?

Dilihat 1,81 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pemeriksaan kesehatan saluran reproduksi sangat penting dilakukan terutama jika seseorang kerap melakukan aktivitas yang berisiko tinggi seperti sering berganti-ganti pasangan seksual dan apabila ada gejala dan tanda-tanda yang mencurigakan pada organ-organ vital. 


Penyakit menular seksual atau PMS bisa disebabkan oleh bakteri, jamur hingga virus. Perkembangannya cukup cepat dan berdampak sangat menyakitkan hingga mematikan bagi para penderitanya. Penyakit kelamin wanita dan pria selain menimbulkan rasa malu juga menjadi beban ekonomi yang cukup besar.


PMS HIV AIDS


Jadi seberapa banyak seseorang harus memeriksakan PMS ke dokter?


Ini bergantung pada frekuensi dan durasi dia berhubungan seksual dengan pasangannya. Bagi mereka yang mempraktikkan gaya hidup seks bebas pemeriksaan secara berkala wajib dilakukan karena penularan virus atau bakteri penyebab PMS sangat cepat dan mudah terutama lewat kontak cairan. 


Sekalipun memakai kondom, peluang seseorang tertular masih sangat tinggi. Jadi pemeriksaan kesehatan secara umum bisa memberikan kepastian tentang kondisi kesehatan.


Seseorang yang melakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan saja maka pemeriksaan yang diperlukan mungkin hanya sekitar 6 bulan sekali atau setahun sekali. Bahkan tidak dilakukanpun tidak mengapa asalkan masing-masing pasangan tidak merasakan adanya gejala mencurigakan. Macam-macam penyakit kelamin bisa menimpa siapapun di segala umur baik pria maupun wanita.


PMS keputihan

Apa dan mengapa ada Penyakit Menular Seksual?


Penyakit menular seksual merupakan penyakit yang disebarkan melalui darah, sperma, cairan vagina atau cairan tubuh yang lain. Oleh karena itu, penyakit ini bisa ditularkan dari seorang ibu kepada bayinya sejak usia kehamilan atau di saat melahirkan. Jarum suntik juga berperan penting dalam penyebaran bakteri atau virus PMS terutama di kalangan pemakai narkoba. Penyakit kelamin wanita menjadi beban sosial, ekonomi dan kesehatan yang sangat berat ditanggung. 


Oleh karena itu, pemeriksaan dini seringkali menyelamatkan seseorang dari biaya yang lebih besar di kemudian hari. Salah satu alasan mengapa masih banyak penyakit menular seksual adalah karena sebagian besar penderitanya malu untuk pergi konsultasi dan berobat ke dokter. Alasan lain adalah karena pola kehidupan seksual yang seringkali berganti-ganti pasangan, sehingga penularan penyakit ini sangat cepat dan tak terdeteksi.  


Sejauh ini ada macam-macam penyakit kelamin yang patut diwaspadai. Di antara banyak jenis penyakit menular seksual atau PMS, yang paling terkenal dan banyak menjangkiti manusia adalah sifilis atau rajasinga yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Lesi atau luka yang muncul pada alat kelamin dan mulut ini bisa bertahan hingga 1,5 bulan tanpa merasa sakit dan bisa hilang dengan sendirinya. 


Tetapi jika tidak ditangani maka akan berlanjut ke tahap yang lebih berbahaya sekitar 4-10 minggu setelah hilangnya lesi tadi. Pada tahap ini gejala yang sering muncul adalah flu, demam dan rasa sakit kepala yang hebat. Penanganan dengan antibiotik seperti penisilin sering diberikan oleh dokter.


Selanjutnya ada Gonore atau kencing nanah yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini pada awalnya tidak menunjukkan gejala yang aneh tetapi jika berkembang lebih lanjut gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pasien adalah rasa perih di saat buang air kecil yang disertai peradangan pada ujung penis. Gatal-gatal di sekitar alat kelamin juga sering dikeluhkan baik oleh pria maupun wanita. 


Selain dua penyakit di atas, ada pula chlamydia dan chancroid. Yang pertama menyebabkan peradangan di saluran kemih dan bisa bermetastasis dalam bentuk infeksi pada paru-paru dan mata. 


Sementara chancroid yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyl mewujud sebagai bisul kecil di sekitar alat kelamin yang muncul 1-14 hari setelah infeksi awal.  


PMS berbahaya


Penyakit Menular Seksual Akibat Oral Seks


Seperti sudah dikemukakan di atas, PMS merupakan penyakit yang menular terutama lewat cairan tubuh manusia dan sangat memungkinkan terjadi penularan lewat kontak saliva, air mata dan cairan kelamin. 


Gaya hidup seseorang seperti penyuka oral seks juga terbukti rentan terkena penularan virus atau bakteri PMS baik melalui sperma yang tertelan dan terlebih lagi apabila terjadi perdarahan pada gusi selama melakukan oral seks tersebut.


Keganasan PMS ini memang tidak hanya menyerang organ-organ reproduksi saja. Beberapa virus atau bakteri bisa berkembang ke organ-organ dalam lainnya dan menyebabkan gejala-gejala sakit yang luar biasa. Sejauh ini penanganan terbaik untuk penyakit menular seksual dipercayakan kepada penggunaan antibiotik untuk melumpuhkan bakteri atau virus penyebabnya dan juga meredakan gejala yang ditimbulkan. 


Penyakit kelamin wanita ataupun pria bahkan bisa menjangkiti anak-anak lewat jalur aseksual. Ini tentu perlu mendapat perhatian khusus.


PMS lewat oral seks ada yang sangat mematikan dan ada pula yang terkategori ringan. Namun apabila Anda memiliki gejala-gejala seperti tersebut di atas maka memeriksakan diri ke dokter sangat direkomendasikan. Beberapa bakteri atau virus mungkin tidak menimbulkan gejala sakit pada awalnya namun seiring waktu mereka akan mengoloni organ-organ penting dan menimbulkan masalah kesehatan yang jauh lebih serius.


Oleh karena itu, jika Anda mempraktikkan seks aman (tidak berganti-ganti pasangan) hanya perlu pemeriksaan PMS 6 bulan atau setahun sekali. 


Namun jika Anda biasa berganti-ganti pasangan alias melakukan seks bebas, maka sebaiknya tiap bulan (tergantung berapa kali ganti pasangan seks dalam 1 bulan) atau kurang dari sebulan sekali Anda perlu melakukan pemeriksaan PMS.


PMS seks aman


Penyakit Menular Seksual Paling Berbahaya dan Mematikan



Lalu penyakit menular seksual apa yang dianggap paling berbahaya? 


Sejauh ini penyakit yang disebabkan oleh virus terbukti paling sulit ditangani karena keagresifan dari virus itu sendiri. Virus herpes genital yang disebabkan oleh virus herpes simples menimbulkan gejala-gejala yang luar biasa gatal dan sakit di saat pasien membuang air kecil. 


Virus penyebab PMS juga bisa dorman di dalam tubuh penderita hingga suatu ketika ada kesempatan tumbuh dan berkembang mereka akan menyerang lagi.  


Dari sekian banyak penyakit PMS maka baik orang awam dan para ahli sepakat bahwa HIV merupakan virus PMS yang paling berbahaya dan mematikan


Sampai sekarang belum ada obat yang efektif melumpuhkan virus penyebab AIDS ini. Pengobatan HIV umumnya dilakukan hanya untuk meredakan gejala-gejala dan memperpanjang usia. Gejala awalnya tidak jelas, beberapa penderita umumnya mengeluhkan gejala flu ringan yang disertai sakit tenggorokan, demam dan ruam. Karena sistem kekebalan tubuh yang diserang maka sekali seseorang terjangkit virus HIV ia akan rentan terkena serangan penyakit lain. 


Jadi, dari macam-macam penyakit kelamin yang paling mengancam jiwa adalah HIV AIDS.


Jadi, pemeriksaan PMS Anda tergantung dari perilaku seks Anda, jika Anda menganut seks bebas dan seringkali berganti-ganti pasangan, lakukan pemeriksaan sebulan sekali atau kurang dari itu. Namun jika Anda tidak pernah berganti pasangan, maka cukup 6 bulan atau setahun sekali saja memeriksakannya. 


Tetapi, betapapun sering Anda melakukan pemeriksaan PMS, hal yang terbaik adalah menerapkan seks aman, tidak berganti-ganti pasangan, serta tidak menganut seks bebas. Karena hal ini akan sangat mengurangi risiko Anda terjangkiti PMS. Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat bagi Anda.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang