Dalam pertarungan antara harimau melawan singa, siapa yang akan menang?

Dilihat 2,08 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Singa dan harimau, keduanya merupakan hewan buas yang cukup ditakuti di alam liar. Sama-sama merupakan karnivora dan pemangsa, keduanya adalah pemburu yang handal dan memang hidup untuk membunuh. Namun anehnya, hanya satu yang disebut-sebut sebagai raja rimba, yakni singa. 


Padahal keduanya sama-sama kuat, namun jika terjadi pertarungan antara singa vs harimau, siapakah yang menang? 


Pertarungan antara harimau vs singa sampai kini memang masih sering menjadi perdebatan karena keduanya dianggap sama-sama hebat. Berasal dari genus yang sama, yakni Panthera, kedua hewan ini bisa dibilang merupakan saudara jauh. Sejauh ini, baik harimau maupun singa sama-sama menduduki puncak rantai makanan. Bahkan meski berukuran lebih kecil, harimau mampu mengalahkan beruang. Tak hanya itu, harimau juga bisa mengalahkan gorilla

Pertanyaan mengenai harimau vs singa ini memang sebuah pertanyaan yang sangat menarik.




Hingga kini masih belum jelas sebenarnya mana yang lebih kuat. Namun dalam dunia kucing, jika keduanya dianggap sama-sama kuat, maka jawabanya hanya ada satu, yakni duel. 


Catatan sejarah mengatakan bahwa kedua hewan yang masih termasuk dalam golongan kucing besar ini dilaporkan pernah bertarung baik di alam bebas atau hutan rimba, di dalam area penangkaran, maupun di dalam arena aduan. 

Topik singa vs harimau sesungguhnya sudah menjadi bahan diskusi dan juga perdebatan yang populer, terutama di antara kalagan pemburu, naturalis, seniman, dan juga para raja di zaman dahulu. 

Rasa penasaran dan ingin tahu ini yang menyebabkan beberapa raja pada zaman dulu menyelenggarakan pertarungan antara harimau vs singa di sebuah arena gladiator.



Harimau vs. Singa, siapa yang akan menang?


Di India, singa Asia, yang ukurannya lebih kecil dari singa Afrika, dan juga harimau hidup di wilayah yang berdekatan. Walaupun tidak perlu terjadi perebutan teritori di antara keduanya, mereka pernah melakukan pertarungan sekali dan tentunya pertarungan ini merupakan kejadian nyata yang terjadi beberapa tahun lalu. 


Saya akan menjawab secara spesifik dengan menggunakan seekor harimau jantan melawan seekor singa jantan sebagai contoh. Walaupun singa betina selalu berburu dalam kelompok yang terdiri dari beberapa singa, singa jantan menghabiskan waktunya untuk hidup sendiri. 


Mereka dipaksa keluar dari zona nyaman mereka ketika mereka mencapai sekitar umur 2 tahun. Kalau mereka sanggup bertahan hidup dan mendapatkan kembali kelompok mereka, mereka hanya dapat memilikinya selama beberapa tahun saja. Sementara itu, ketika sang singa jantan sudah memiliki sebuah kelompok, mereka lebih sering menghabiskan waktu mereka untuk bertarung melawan singa jantan lainnya yang memiliki potensi untuk merebut kekuasaannya akan kelompoknya.




Ketika mereka tidak memiliki kelompok, mereka biasanya akan bertarung melawan hewan jantan yang mereka temui yang sendirian dan tentu saja singa jantan itu hanya memiliki satu tujuan yakni untuk menguasai kelompok hewan itu. Jadi, singa jantan menghabiskan waktunya untuk bertarung. 


Faktanya, mereka menghabiskan waktu mereka hanya untuk bertarung, sehingga mereka tidak bisa makan dengan rutin dan sering kali berada di bawah tekanan. Oleh karena itu, biasanya mereka hanya hidup sekitar sepuluh tahun, sementara singa betina biasanya akan hidup sekitar lima belas tahun. 


Alasan mengapa singa jantan memiliki surai rambut adalah sebagai pertahanan saat bertarung. Mereka bertarung seperti pegulat, berhadapan, mencengkram lawannya dan saling mencoba untuk menjadi lebih kuat dari lawannya.


Saya pernah melihat mereka bertarung beberapa kali dan pernah melewati dua singa jantan yang mati beberapa tahun yang lalu. Keduanya telah tergigit sampai ke tulang-tulangnya. Dari apa yang sudah saya baca, hal ini sangatlah normal. Jadi, surai rambut yang dimiliki singa jantan merupakan pertahanan yang sangat efektif dalam pertarungan kucing. Untuk dapat mengalahkannya diperlukan sebuah dominasi yang serius dalam pertarungan sama seperti bergulat dengan lawan hingga mereka dapat menggigit mereka sampai ke tulang-tulangnya.


Harimau tidak memiliki pertahanan ini karena harimau sangat jarang bertarung. Harimau merupakan hewan soliter dan walaupun lebih berat dari singa, mereka lebih pendek dari singa. Perbedaan beratnya sekitar 15% yang menunjukkan kelebihannya tetapi tidak bisa disebut sebagai keunggulan bagi harimau, karena tubuh singa tetap lebih tinggi dari mereka. Dalam istilah kebiasaan, harimau jantan biasanya menyelesaikan perselisihan dengan memamerkan dan mengintimidasi lawannya, lebih memilih untuk saling menghindari. Salah satu dari mereka biasanya akan menggulungkan punggungnya dan memperlihatkan perutnya sebagai pertahannya. 


Sekarang, dalam istilah bertarung, kurangnya pengalaman ketika bertarung melawan yang profesional merupakan kerugiannya yang paling besar. Hal ini sama saja dengan menaruh petarung amatir yang berat dan tidak berpengalaman dalam ring dengan petarung yang tinggi, profesional, dan sangat berpengalaman dalam bertarung. Dengan menggunakan pendekatan seperti ini, maka tidak aneh apabila harimau kalah dalam pertarungan harimau vs singa.


Salah satu contoh dari hasil harimau vs singa datang dari seorang pelatih hewan dan juga pawang macan bernama Clyde Beatty melakukan sebuah eksperimen. Ia memelihara beberapa harimau, singa, hyena, dan beberapa hewan eksotis lainnya. Ia menempatkan harimau dan singa di dalam satu arena, dua puluh lima ekor harimau, dua di antaranya adalah harimau Siberia dan sisanya adalah harimau Bengal, mati diterkam oleh singa di arena sirkus. 


Sementara itu, dari kelompok singa, tidak ada satu pun singa yang mati karena diterkam harimau. Ini sudah merupakan sebuah bukti bahwa singa mampu mengalahkan harimau. Seorang pelatih binatang dan pawang macan lain bernama Dave Hoover menyatakan bahwa singa adalah petarung yang handal dan lebih baik daripada harimau. Dari pengalamannya, ia menyaksikan sendiri beberapa harimau terbunuh karena serangan dari singa di arena sirkus di mana ia bekerja.




Bukti lain mengenai singa vs harimau ditemukan dalam buku catatan seorang naturalis dan konservasionis dari India yang bernama Kailash Shankala. Di dalam bukunya ia menyatakan bahwa harimau tidak mampu mengalahkan seekor singa karena singa memiliki surai rambut dengan panjang menutupi leher. Ini adalah sebuah keuntungan untuk si singa dalam pertahanan diri karena harimau akan kesulitan untuk menggigit lehernya yang merupakan daerah vital, sedangkan harimau tidak memiliki pertahanan ini dan ini membuat mudah bagi singa untuk menerkam dan menggigit leher sang harimau. 


Ia juga menuliskan bahwa zaman dahulu ada seorang pangeran di India yang sengaja mengadu harimau dan singa, di dalam pertarungan tersebut ternyata sang singa yang berhasil mengalahkan dan membunuh harimau. Oleh karena itu, Shankala berpendapat bahwa kekuatan harimau sama sekali tidak sebanding dengan singa.


Seekor singa liar akan memenangkan pertarungan ini karena dia sudah memiliki pengalaman dari bertarung dengan singa jantan lainnya. Ukuran bukanlah segalanya. Namun, harimau di kebun binatang pasti dapat membunuh seekor singa jantan karena jika harimau lumayan kuat meski dalam penangkaran, sementara singa yang sudah dijinakkan tidak memiliki pengalaman bertarung dan ini membuatnya lemah. 


Tetap saja, karena singa memiliki keberanian untuk mati dalam pertarungan, hal ini memungkinkan harimau jantan untuk menyerah saat ia sadar kalau dia sedang bertarung melawan maniak yang rela mati untuk menang. Memang singa tidak mendapatkan julukan "Raja Hutan" secara percuma.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang