Skenario : Seseorang yang mempunyai tekanan darah pra-hipertensi yang tinggi tetapi denyut jantung rendah (70 BPM) mengukur tekanan darahnya lagi setelah berlari 5 mil. Terlihat tekanan darahnya turun 10 - 15 poin meskipun denyut jantung naik 20 poin. Apakah itu suatu tanda yang tidak biasa?

Dilihat 423 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

              

Tekanan darah pada seseorang dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu, tergantung dari konsumsi makanan, kondisi fisik, dan aktivitas seseorang. Sedikit penurunan pada tekanan memang kerap terjadi pada saat seseorang berolahraga. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengapa fenomena ini bisa terjadi


Denyut jantung yang normal untuk seorang pria adalah 70 kali per menit (lihat gambar 1). Skenario diatas bisa terjadi disebabkan karena pelebaran/dilatasi pembuluh darah. Ketika seseorang melakukan aktivitas fisik, contohnya berlari, ataupun meditasi, hormon akan keluar secara alami, menyebabkan pembuluh darah melebar, darah akan mengalir ke seluruh tubuh, sehingga akan menghabiskan banyak energi dan oksigen. Inilah mengapa dokter menganjurkan mereka yang memiliki penyakit jantung agar banyak melakukan olahraga. Efek dilatasi dapat bertahan 3-6 jam setelah berlari 5 mil. Masalah yang kemudian menjadi pertanyaan ialah, bagi penderita tekanan darah tinggi yang ingin menjaga tekanan darahnya agar berada dalam ambang normal, mereka harus berlari beberapa hari sekali untuk menjaga pembuluh darah agar tetap melebar.

        

Gambar 1.  Detak jantung normal


Hipertensi esensial

Sebagian orang terdiagnosa menderita "hipertensi esensial", yaitu tekanan darah tinggi yang tidak diketahui pasti penyebab medis yang jelas (mereka memiliki tekanan darah yang tinggi, namun terasa normal, seperti tidak terjadi apa-apa). Diagnosa "hipertensi esensial" ini banyak terjadi pada mereka yang secara fisik benar-benar dalam kondisi yang prima/fit dan telah melakukan olahraga lari secara rutin selama beberapa tahun. Dari mana dan bagaimana tekanan darah tinggi itu bisa terjadi, saya tidak tahu pasti, bahkan ilmu pengetahuan medis pun belum mengetahui pasti apa penyebabnya. 


Bradikardi

Pada sebagian orang, terutama mereka yang cukup bugar dan sehat, dapat mengalami bradikardi, (yaitu ritme detak jantung yang rendah ketika dalam kondisi istirahat  - dibawah 50 kali/menit), tetapi di sisi lain mereka juga memiliki tekanan darah yang sangat tinggi. Obat-obat penurun tekanan darah sebenarnya tidak dapat menolong banyak. Olahraga rutin adalah satu-satunya cara yang ampuh untuk membantu menurunkan tekanan darah. Olahraga yang rutin akan menyebabkan pengeluaran hormon-hormon yang menjaga agar pembuluh darah tetap dalam keadaan dilatasi. Namun kendati demikian, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, efek ini hanya sementara.


 

                 

Aspek lain yang perlu dipertimbangkan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan berniat melakukan olahraga untuk menurunkannya, yaitu ketika pertama kali Anda akan memulai olahraga (contohnya berlari), tekanan darah Anda pasti akan menjadi sangat tinggi karena pembuluh darah belum melebar secara sempurna. Aktivitas fisik yang tinggi kemudian akan menyebabkan detak/ritme kecepatan jantung meningkat. Resiko kematian pada saat periode pemanasan sangatlah besar dibandingkan waktu-waktu lain. Ada juga beberapa, seperti tipe olahraga lain angkat beban, yang dilarang karena hanya akan memperburuk kondisi hipertensi seseorang. Selain itu, untuk menjaga hipertensi, seseorang harus memperhatikan gaya hidup nya secara seksama. 


Saya bukanlah seorang dokter, namun pendapat saya ini dibangun berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai seorang penderita bradikardi (dibawah 30 kali menit) dan penderita tekanan darah tinggi ( yaitu 237/120).


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang