Spesialis medis: Bagaimana dokter pada akhirnya memilih bidang spesialis mereka?

Dilihat 205 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Semua dokter memiliki alasan yang berbeda, namun sebagian besar mendasarkan pilihan pada pengalaman semasa sekolah.. Aku masuk sekolah medis hanya karena satu alasan. Untuk menjadi ahli bedah syaraf. Aku sangat tertarik dengan otak. Kemudian saat kami mulai belajar neurologi, aku sangat suka dan menikmatinya. Tapi sayagn nilaiku pada akhirnya mempengaruhi tujuanku yang semula. Satu tahun kemudian aku mendapat kesempatan untuk mengambil mata pelajaran pilihan yang diajar oleh salah satu ahli bedah syaraf terbaik di kota ini. Pada saat itu, kepercayaan diriku pada ilmu neurologi perlu dipertanyakan. Tiga dari empat minggu pada totalnya, aku berdiri di pinggir dan bersembunyi di balik murid lain, berharap bahwa dosenku tidak akan menanyakan pertanyaan padaku. Semua ini tidak menjadi masalah saat beliau mengatakan jawaban yang benar, ternyata aku sudah mengetahuinya. Setelah tiga minggu, semua murid memutuskan untuk tetap tinggal di bangsal. Semuanya. Meninggalkan bagian OPD pada kita. Kami harus duduk di kursi dokter, menemui pasien, melihat riwayat mereka, melakukan pemeriksaan, melihat hasil tes, menafsirkan film radiologi dan kemudian memberikan kasus ini pada ahli bedah syaraf. Setelah meyakinkan diri bahwa kami tidak  meninggalkan detil apapun dan berhasil meyakinkan pasien, ahli bedah syaraf akan memberikan daftar obat untuk kami tulis. Satu hari itu telah mengubah pandanganku tidak hanya pada ilmu bedah syaraf, namun juga semua bidang kedokteran. Aku kembali bertekad untuk mencapai tujuanku. Mungkin nilaiku tidak bagus. Mungkin aku juga tidak akan masuk program residensi, tapi aku akan mencoba dengan segala yang kupunya. Aku masih punya dua tahun lagi. Pilihan keduaku endokrinologi. Aku merasa ilmu ini cukup mudah dan seru. Aku lebih memilih untuk mengambil bidang yang sangat menantang, atau malah yang sangat mudah. Bukan sesuatu yang berada di tengah-tengah. Aku telah bekerja untuk ginekolog selama dua minggu, membantunya dalam OPD. Aku juga menykuainya, tapi aku tidak bisa melihat diriku membantu kelahiran seorang bayi. Sedangkan temanku sangat menyukai bagian ini pada ilmu ginekologi. Dia suka memberikan berita baik dan merasa bahwa pada ginekologi, sebagian besar berita adalah berita bagus. Hal yang juga penting ialah seberapa besar keinginan seorang dokter untuk menekuni bidang yang spesifik. Ayahku adalah dokter umum. Aku rasa ini lebih susah daripada menjadi seorang spesialis. Dia harus bisa menemukan semua penyakit. Dan percaya atau tidak, spesialis medis terkadang diwarnai dengan diskriminasi jenis kelamin. Semua ini terkadang hanya diciptakan oleh manusia belaka. Ahli bedah tulang milsalnya, adalah bidang yang jarang sekali menerima wanita. Seseorang membutuhkan tenaga untuk bidang ini. Sedangkan ginekologi bukan merupakan bidang yang banyak dilakukan oleh pria. Para wanita, terutama yang religius, lebih memilih bantuan dokter wanita dalam melahirkan. Jadi saya rasa, ini adalah soal ketertarikan pribadi, nilai sekolah medis, antusiasme, minat pada pengajar, pengalaman di bidang terkait, tingkat spesifikasi dan syarat untuk bidang terkait lah yang mempengaruhi keputusan seorang dokter. 

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang