Teknologi Militer: Berapa lama sebuah rudal bisa mengejar sebuah pesawat tempur musuh?

Dilihat 6,8 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pertempuran udara memang seringkali menimbulkan rasa ingin tahu. Terlebih lagi saat ini teknologi militer sudah semakin maju dengan adanya rudal yang memiliki sistem kendali. Memang benar bahwa rudal dapat "mengunci" sasarannya. Meski begitu, sebenarnya rudal tidak "mengejar" pesawat tempur. 


Kenyataannya adalah, rudal memiliki sistem pengendali dan memiliki cara untuk mencari sasarannya. Nah, di sini saya akan jelaskan lebih dalam mengenai cara kerja sebuah rudal.



Cara Kerja Sebuah Rudal


Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, rudal biasanya tidak "mengejar" pesawat tempur seperti yang disalahartikan di film-film. Sebuah tembakan rudal yang efektif akan membuat rudalnya mencapai pesawat tempur dengan kecepatan yang jauh lebih besar (hampir dua kali lebih cepat). 


Pesawat tempur melakukan manuver pertahanan melawan rudal, tapi itu tidak serupa dengan dogfight, seperti yang anda bayangkan atau yang sering anda lihat di film - film seperti berikut.


 

Kenyataannya, mereka cepat sekali, irisan-irisan high-G (menukik ke bawah) dilakukan dengan menggunakan kecepatan tinggi dari rudal untuk melawannya. (Kecepatan yang lebih tinggi berarti radius untuk membelok harus lebih lebar, yang berarti rudalnya mungkin tidak akan mampu mengenai jet tempurnya, alias meleset).


Sebuah rudalyang merupakan teknologi militer yang sangat canggih, ketika tidak diluncurkan dalam jarak dekat, akan langsung menyalakan penggerak roketnya dan meraih ketinggian setinggi mungkin. 


Saat penggeraknya terbakar habis, rudal tersebut kemudian meluncur menuju targetnya. Energi potensial yang disimpan dalam bentuk ketinggian itu bisa digunakan dalam meluncur ke target yang lebih jauh, atau bermanuver untuk mengejar target dari rudal yang juga bermanuver. Ia memiliki energi dalam jumlah yang sudah ditentukan untuk dipergunakan dalam dua hal ini, yang mana keduanya sama-sama menurunkan ketinggian dan kecepatannya. 


Supaya mematikan, rudal harus memiliki cukup energi untuk sampai pada lokasi target, dengan ketinggian dan kecepatan udara yang cukup untuk bermanuver dalam fase terminal serta meledak dalam radiusnya yang mematikan. 



Indikasi Efektivitas Rudal Dalam Menghadapi Target


Pilot pesawat tempur yang menembakkan rudal terus-menerus mengevaluasi Pk (probabilitas untuk membunuh) dari sebuah rudal saat mengira-ngira reaksi musuh dalam melawan rudalnya. Untuk membantu mereka memutuskan apakah sebuah tembakan itu bagus atau tidak, pesawat menampilkan simbol-simbol sebagai indikasi efektivitas rudalnya dalam menghadapi "tipe-tipe" target yang berbeda (yang bermanuver, non-manuver, dll). Simbol ini muncul dengan kode DLZ (dynamic launch zone), sebuah skala jangkauan vertikal. 


  • Raero (jangkauan aerodinamis) adalah jangkauan maksimum rudal terbang. Rudal akan terbakar hingga ketinggian maksimumnya, dan kemudian meluncur ke jarak maksimumnya tanpa bermanuver. Sebuah rudal ditembakkan pada jarak ini hanya akan efektif digunakan pada sebuah target yang terbang mengikuti garis lurus sejajar dengan jet tempurnya. (Catat bahwa jangkauan ini merepresentasikan jarak antara pesawat tempur dan targetnya pada momen saat rudalnya bertumbukan [disebut juga jarak F-pole], bukan saat rudalnya diluncurkan. Jadi Raero berlaku untuk target-target yang berhadapan langsung dengan pesawat tempur, bukan target yang diam). 
  • Ropt (jangkauan optimal) mirip dengan Raero tapi menyisakan cukup energi bagi rudal untuk bermanuver dalam fase terminal menghadapi target yang bertahan (dinamakan kriteria terminasi tinggi/high termination criteria). Jadi dengan kata lain, sebuah tembakan dalam jangkauan ini akan efektif dalam menghadapi sebuah target yang berhadapan langsung dengan pesawat tempur, lalu melakukan manuver bertahan saat fase terminal.
  • Rpi (probabilitas pencegatan/intercept) sama halnya dengan Ropt tapi tidak membutuhkan rudalnya menukik ke atas (terbakar hingga ketinggian yang lebih tinggi). Sebuah target dalam jangkauan ini mengijinkan rudalnya langsung terbakar menuju arahnya.
  • Rtr (turn-and-run) adalah jarak maksimum yang masih bisa dijangkau rudal untuk mencapai target yang mampu langsung menukik dan terbang ke arah sebaliknya.
  • Rmin adalah jarak minimum dimana rudal bisa diluncurkan, mencapai targetnya, dan meledak tanpa mengancam  pesawat tempur yang menembakkannya.

Jadi, anda bisa lihat, jika tandanya ada di antara Rmin dan Rtr (zona tak-ada-jalan-keluar), anda bisa tenang karena rudal apapun yang anda tembakkan dijamin mencapai targetnya, tak peduli apa yang dilakukan targetnya. Tentu saja, tak ada jaminan  bahwa rudal ini akan mengenai targetnya


Targetnya bisa mengelabui teknologi militer satu ini dengan serangan balik, atau meloloskan diri dari rudal dengan irisan yang dilakukan dengan baik, namun setidaknya rudal tersebut mampu mencapai targetnya. 


jenis rudal

Tanda tersebut pada posisi sekarang ini memberikan indikasi bahwa rudalnya kemungkinan besar tidak akan efektif jika targetnya bereaksi seperti apapun kecuali terus terbang lurus menuju si pesawat tempur (yang hampir tidak mungkin). Di atas DLZ adalah tanda yang memberi indikasi bahwa pilot bisa membantu mempertajam Pk dengan melakukan gerakan menukik 35 derajat ke atas agar rudalnya tidak melakukan manuver itu sendiri.


OK, jadi untuk benar-benar menjawab pertanyaan anda sekarang...

Seperti yang anda katakan, "itu tergantung". Seberapa jauh rudalnya ditembakkan? Jenis rudalnya apa? Ada banyak rudal dengan daya dorong dan kekuatan yang berbeda. 


Manuver seperti apa yang dilakukan oleh target di awal dan di fase terminal dari rudal? Manuver seperti apa yang dibutuhkan rudalnya untuk menukik dan memperbaiki arah tujuannya? Berapa banyak energi (kecepatan udara dan ketinggian) yang dimiliki pesawat tempur saat ia menembakkan rudalnya? Meskipun ada juga rudal yang ditembakkan dari kapal perang, namun pada umumnya rudal memang ditembakkan dari pesawat tempur. Bentuk DLZ pada HUD berubah-ubah dengan konstan sebagaimana si pesawat tempur dan targetnya mengubah arah tujuannya, kecepatan udaranya, dan ketinggiannya.


Jadi, untuk sebuah contoh, rudal jarak-menengah yang paling umum adalah AIM-120 AMRAAM. Versi terbarunya adalah AIM-120C-7, tapi data tentang rudal itu dirahasiakan. Kami tahu sedikit tentang C-4, dan bisa mengambil sejumlah angka-angka tertentu tentang performanya. 


rudal


Untuk sebuah AIM-120C-4, Raero anda bisa sekitar 60 mil, dan Rtr sekitar 30 mil. Angka-angka ini adalah angka kasar dan bisa bervariasi tergantung situasinya. Ingatlah bahwa ini juga merupakan jangkauan F-pole, jadi nilai 60 mewakili sebuah jarak r, dimana jarak antara kedua pesawat akan 60 mil saat rudal bertumbukan.


Jadi intinya, tidak ada jawaban yang pasti untuk hal ini karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Misalnya, rudal apa yang diluncurkan, karena setiap rudal memiliki jarak tembak dan kecepatan yang berbeda - beda. Selain itu kecepatan dan ketinggian pesawat tempur saat meluncurkan rudal juga turut menentukan efektivitas dari rudal yang ditembakkan. 


Di sisi lain, jika rudal ditembakkan dalam jarak Rtr atau Rmin, maka hampir dapat dipastikan bahwa rudal tersebut akan mencapai targetnya

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang