Bagaimana sejarah perumusan Teks Proklamasi Indonesia dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

Dilihat 840 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Bersyukurlah kita karena tanah air kita, Indonesia adalah sebuah negara yang merdeka secara utuh. Kita bisa menikmati berbagai bentuk kemerdekaan mulai dari bebas dari tekanan bangsa lain, kebebasan berpendapat, dan bebas dalam menentukan keputusan demi terwujudnya kemakmuran bangsa kita sendiri. 


Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia telah merdeka sejak 72 tahun yang lalu yang ditandai dengan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan oleh Ir. Soekarno dan juga pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan, Indonesia raya. Itulah tonggak awal kemerdekaan Indonesia dimana Indonesia bebas dari kekuasaan negara lain. 


Di balik isi teks proklamasi sendiri kita bisa menangkap semua harapan yang memang dicita-citakan oleh para pahlawan sejak dulu yaitu agar Indonesia merdeka. Dan beruntunglah pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia dapat terwujud.


Teks proklamasi Indonesia


Sejarah Perumusan Teks Proklamasi


Sejarah perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai saat kabar tentang kekalahan Jepang mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Sejarah perumusan teks proklamasi ini adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Indonesia


Tanggal 14 Agustus 1945, Jepang telah mengakui kekalahannya setelah dua kota pentingnya, Horishima dan Nagasaki di bom atom oleh pasukan sekutu. Setelah mendengar kabar tersebut masyarakat Indonesia tentunya langsung berinisiatif untuk merancang kemerdekaan Indonesia tanpa harus menunggu adanya pemberian kekuasaan atas pihak lain. 


Saat itu juga terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia karena Jepang mengalami kekalahan dan Belanda juga tidak ada di Indonesia (Vacuum of Power). 


Namun usulan untuk segera memerdekakan Indonesia menimbulkan perdebatan di antara golongan tua dan muda. Para tokoh yang termasuk pada golongan tua ingin terlebih dahulu menunggu keputusan Jepang dan dirapatkan dalam PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 


Sedangkan golongan muda menginginkan untuk segera memproklamasikan Indonesia tanpa menunggu keputusan dari Jepang atau pihak lainnya karena mereka berpikir bahwa inilah kesempatan Indonesia untuk merdeka tanpa campur tangan negara lain. 


Sejarah perumusan teks proklamasi Indonesia

Akibat pemikiran golongan tua yang berbeda, golongan muda memutuskan untuk mengasingkan beberapa tokoh penting Indonesia saat itu yaitu, Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta. 


Mereka diasingkan di daerah Rengasdengklok dengan tujuan untuk mendesak golongan tua agar Indonesia segera diproklamasikan dan untuk menghindari kedua tokoh tersebut terpengaruh oleh pihak Jepang. Kejadian tersebut juga sangat bersejarah dalam sejarah perumusan teks proklamasi Indonesia yang disebut dengan peristiwa Rengasdengklok


Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945. Setelah terjadi perundingan diantara golongan tua dan golongan muda akhirnya mereka sepakat untuk memproklamasikan Indonesia pada keesokkan harinya. Beberapa keputusan seperti lokasi di mana teks proklamasi akan dibacakan juga diputuskan pada hari itu. Jakarta adalah tempat yang dipilih, tepatnya di Jl. Pegangsaan Timur no. 56, Jakarta Timur yang merupakan tempat tinggal Ir. Soekarno.


Peristiwa Rengasdengklok

Pada pukul 23.00 WIB tanggal 16 Agustus 1945 Soekarno dan Moh Hatta sudah kembali ke Jakarta. Mereka sempat kebingungan untuk memproklamasikan Indonesia karena teks proklamasi kemerdekaan Indonesia juga belum dibuat. 


Untunglah datang bantuan dari seorang pejabat tinggi Jepang yaitu Laksamana Muda Maeda, beliau bersedia memfasilitasi rumahnya untuk dijadikan tempat untuk merumuskan teks proklamasi dengan menjamin penjagaan dan pengamanan yang super ketat untuk para tokoh Indonesia. Rumah Laksamana Muda Maeda saat itu dihadiri oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari golongan tua dan golongan muda. 


Tokoh yang berperan merumuskan teks proklamasi saat itu adalah Soekarno, Moh Hatta, dan Achmad Soebardjo yang disaksikan oleh beberapa orang Indonesia dan beberapa orang kepercayaan dari para pejabat tinggi Jepang. 


Teks proklamasi asli tulisan tangan Ir. Soekarno

Perumusan isi teks proklamasi dimulai oleh Ir. Soekarno yang memulai menentukan judulnya yaitu "Proklamasi." Kemudian Achmad Soebardjo mengusulkan kata-kata selanjutnya "Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia." 

Sedangkah Moh Hatta menambahkan kalimat "Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya." 

Kemudian Soekarno menambahkan "Djakarta, 17 – 8 – 05" dan "Wakil-wakil bangsa Indonesia" sebagai penutup teks proklamasi. Setelah teks proklamasi selesai dirumuskan Soekarno mengusulkan agar seluruh perwakilan yang hadir saat itu menandatangani teks proklamasi tersebut sebagai wakil dari bangsa Indonesia. 


Para pemuda kemudian menolaknya karena beranggapan yang hadir saat itu banyak yang merupakan kolaborator yang medukung Jepang. Kemudian Sukarni mengusulkan agar teks proklamasi ditanda tangani oleh dua tokoh Indonesia saja yaitu Seokarno dan Moh Hatta sebagai wakil dari bangsa Indonesia. 


Teks proklamasi yang telah diketik

Belum cukup sampai di situ hasil teks proklamasi yang telah dirumuskan juga mengalami beberapa perubahan yang dirundingkan terlebih dahulu sebelum akhirnya diketik oleh Sayuti Melik


Beberapa perubahan pada teks proklamasi tersebut di antaranya adalah: 


  • Kata "tempoh" diganti menjadi "tempo".
  • Kata-kata pada akhir naskah "wakil-wakil bangsa Indonesia" diganti menjadi "atas nama bangsa Indonesia".
  • Penulisan "Djakarta 17-8-05" diganti menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05. Mengapa tahun 05? Karena tahun ini merujuk pada singkatan tahun Jepang yaitu tahun 2605 yang bertepatan dengan tahun 1945 Masehi.

Setelah teks proklamasi selesai dibuat dan diketik oleh Sayuti Melik, keesokan harinya tepat pada hari Jumat pukul 10.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945 di kediaman Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur no. 56, Jakarta Timur. 


Teks proklamasi tersebut dibacakan Soekarno didampingi oleh Moh Hatta, setelah pembacaan teks proklamasi pengibaran bendera merah putih untuk pertama kalinya setelah Indonesia merdeka membuat haru pada tokoh dan masyarakat yang menjadi saksi kejadian bersejarah tersebut. 


Makna mendalam teks proklamasi

Makna Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Tentunya makna pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia sendiri memiliki arti yang sangat berharga bagi Indonesia. Bukan hanya menandakan bahwa Indonesia secara resmi merdeka dengan perjuangan tanpa campur tangan negara lainnya, Indonesia juga dianggap berani memerdekakan bangsanya sendiri walaupun mungkin semua terlaksana secara mendadak. Makna yang terdapat dalam teks proklamasi juga menarik untuk diulas karena dalam kedua alinea isi teks proklamasi yang terbilang sangat singkat tersebut ternyata terdapat makna yang sangat mendalam. 


Pada alinea pertama teks proklamasi Indonesia yang berbunyi "Kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaan Indonesia" memiliki makna bahwa Indonesia mengumumkan kemerdekaan negara Indonesia kepada dunia. 


Sedangkan makna dari aline kedua dalam teks proklamasi kemerdekaan yang berbunyi "Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya." 


Kalimat tersebut memiliki arti setelah Indonesia merdeka pelaksanaan pemerintahan yang berada pada tanggung jawab bangsa dan para tokoh Indonesia dilakukan dengan cepat agar sistem pemerintahan Indonesia segera terbentuk. Selain itu, pembentukan sistem pemerintahan pun dilakukan dengan hati-hati agar terhindar dari segala jenis pertumpahan darah.


Makna proklamasi kemerdekaan Indonesia bagi bangsa Indonesia

Lalu apa makna proklamasi kemerdekaan sendiri untuk bangsa Indonesia? Beberapa hal setelah Indonesia resmi merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 tentunya jelas terlihat dalam beberapa kehidupan masyarakat dan juga pemerintahan Indonesia. Indonesia tidak lagi dibayang-bayangi oleh kekuasaan negara lain. 


Berikut adalah beberapa makna proklamasi kemerdekaan Indonesia bagi bangsa Indonesia sendiri:


  • Merupakan sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka dan telah bebas dari belenggu penjajahan negara lain yang selama ini membuat masyarakat Indonesia menderita.
  • Pernyataan bahwa Indonesia akan menghadapi kehidupan baru sebagai masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.
  • Pernyataan bahwa Indonesia bisa menegakkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia
  • Pernyataan bahwa berakhirnya segala jenis hukum kolonialisme di Indonesia dan dimulai dengan berlakunya hukum nasional.
  • Penyataan yang memberikan arah dan kewenangan pada bangsa Indonesia menuju masyarakat yang sejahtera dengan kekuasaan serta hak bangsa Indonesia untuk mengelola sumber daya dan ekonomi Indonesia secara mandiri.
  • Pernyataan bahwa kemerdekaan Indonesia memberikan kesempatan pada seluruh rakyat untuk menjadi masyarakat yang mandiri dan cerdas yang memiliki nilai-nilai budi pekerti yang tinggi.

-


Itulah beberapa penjelasan mengenai sejarah perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dan juga makna teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan terjadinya pembacaan teks proklamasi sendiri yang menandakan bahwa Indonesia telah secara resmi mengumumkan kemerdekaannya secara utuh, menunjukkan bahwa sejarah proses perumusan teks proklamasi kemerdekaan memang berperan sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia. 


Untuk itu mengupas tentang makna yang terkandung di dalam teks proklamasi sendiri adalah salah satu hal yang menarik untuk dibahas dan dipahami karena memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Selain itu makna proklamasi sendiri bagi bangsa Indonesia juga sangat penting untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia telah merdeka secara utuh.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang