Temuan mana yang lebih bermanfaat: obat HIV/AID atau obat kanker?

Dilihat 23,6 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya sudah melihat bagaimana kedua penyakit tersebut menghancurkan hidup orang - orang yang mengidapnya. Seperti kebanyakan orang, saya tidak ingin hanya memilih salah satunya, tapi kalau saya tidak punya pilihan lain - saya menganggap kesempatan untuk dapat menyembuhkan paling tidak satu dari dua penyakit ini sebagai suatu berkah-. 


Kasus HIV/AIDS masih akan tinggi jumlahnya dalam 100 tahun ke depan. Penyakit ini berkembang pesat terutama pada negara - negara miskin. Ada tiga faktor:

  • Orang - orang HIV/AIDS yang tidak terobati (bukannya tidak bisa diobati, tapi banyak orang yang tidak diobati karena kurangnya kepedulian) akan mulai meninggal dalam jumlah yang banyak
  • Negara miskin akan semakin makmur dan mampu melakukan pengobatan penyakit ini
  • Pengobatan dini dari HIV/AIDS akan memperpanjang harapan hidup orang yang terinfeksi

Pada akhirnya, HIV/AIDS mungkin akan mengakhiri hidup lebih dari 150 juta orang (sejauh ini sudah 30 juta orang yang meninggal karena penyakit ini). Jumlahnya memang banyak, tapi tidak sebanyak yang kamu pikir.


Secara spesifik, ada tiga segemen dari populasi (terutama orang - orang yang terisolasi yang sudah hidup dengan virus HIV selama ratusan tahun) yang kebal. Mungkin tidak lama lagi kita akan memiliki pengobatan yang bisa menyamai sistem kekebalan tubuh alami mereka. 


Kanker sudah sangat mewabah dalam masyarakat selama raturan tahun dan tidak ada kelompok yang kebal secara bawaan. HIV/AIDs memiliki pengobatan yang dapat diandalkan yang dapat memperpanjang hidup orang yang terinfeksi. Tapi kanker tidak memiliki pengobatan seperti itu dan mempengaruhi semua orang dengan cara yang sama.


Saya tidak tahu secara statistik, tapi secara umum, kanker memiliki lebih banyak jenis penyakit yang berbeda - beda dan membunuh jauh lebih banyak orang. Jadi kalau saya haru smemiliki, saya akan melihat dari jumlah kasusnya dan menyelamatkan jumlah yang terbanyak. Memiliki obat untuk kanker akan menyelamatkan lebih banyak nyawa dibanding memiliki obat untuk HIV/AIDS. Dan jika mempertimbangkan efeknya, menemukan obat untuk kanker akan meringankan biaya medis sampai milyaran dolar yang bisa diinvestasikan ke industri lain, dan dana tersebut bisa dialirkan ke kasus- kasus HIV/AIDS. 


Karena investasi pada penelitian mengenai HIV/AIDS (sayangnya) jauh lebih kecil dibanding untku kanker, penemuan obat HIV/AIDS tidak akan memberikan hasil investasi yang sama seperti penemuan obat kanker. Jadi, saya yakin bahwa kanker adalah pilihan yang tepat.



Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang