Terlepas dari sumber daya alamnya yang sangat berlimpah, apa yang membuat Indonesia belum bisa menjadi negara maju?

Dilihat 423 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Informasi bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang belimpah merupakan informasi yang tidak akurat yang sudah diajarkan selama puluhan tahun dan tetap saja orang - orang mempercayainya tanpa mengecek faktanya terlebih dahulu. Memang benar sumber daya alam kita jauh lebih banyak dibanding Singapura, tapi kalau dibandingkan dengan negara - negara lain? 


Coba lihat data di bawah ini:


Simpanan batu bara Amerika 240 milyar ton : Indonesia hanya memiliki12 milyar ton (5%)

Simpanan bijih besi Australia 54 milyar ton : Indonesia hanya memiliki 128 juta ton (0,23%)

Simpanan bauksit Australia 2,6 milyah ton : Indonesia hanya memiliki 200 juta ton (3,2%)

Cadagan  minyak Arab Saudi 256 milyar barel : Indoensia hanya memiliki 7,2 milyar (2,7%)

Cadangan gas Rusia 48,7 triliun cbm : Indonesia hanya memiliki 3 milyar cbm (6,1%)

...dan masih banyak lagi


Informasi mengenai kekayaan alam Indonesia membuat orang - orang Indonesia terlena dan lupa bahwa mereka harus mengantisipasi saat dimana sumber daya tersebut habis. Dan para pemimpin pun tidak pernah bersungguh - sungguh mendorong masyarakatnya untuk berpikir kreatif dengan memberikan nilai tambah kepada sebuah barang. Terlebih lagi Indonesia memiliki banyak kebijakan baik di masa lalu ataupun yang masih berjalan saat ini yang mengekang perkembangan Indonesia; rendahnya dana untuk penelitian dan pengembangan. Pemerintah Amerika menghabiskan sekitar 500 juta dolar untuk penelitian dan pengembangannya dan nilai itupun masih jauh di bawah VW atau Samsung yang menghabiskan dana lebih dari 10 milyar dolar untuk penelitian dan pengembangan produk- produknya.


Bahkan kita memiliki kasus dimana perusahaan yang menghabiskan dana untuk penelitian dan pengembangan saat ini diperkarakan. Belum lagi pola pikir orang Indonesia yang selalu berpikir bahwa produk impor jauh lebih baik dari produk dalam negeri. Walaupun kebanyakan memang benar begitu, hal tersebut membuat orang - orang Indonesia yang ingin mengembangkan produk lokal menjadi patah semangat. Para pemimpin juga punya kecenderungan untuk menghabiskan dana untuk suatu hal yang membuat masyarakat tertarik, bukannya mengembangkan infrastuktur dalam skala besar. 


Misalnya, bukannya membangun jalan tol, pemerintah malah membangun tugu peringatan, melakukan berbagai perayaan, mensubsidi minyak impor dan membayar membayar para pembicara publik yang tidak berguna yang hanya membebani anggaran negara. Bukannya mensubsidi sektor pertanian (seperti yang dilakukan oleh negara - negara maju), para pemimpin membiarkan para petani bersusah payah sendiri. Subsidi pupuk dipotong, atau dijual ke mafia anggaran. 


Bukannya mendorong investasi langsung dan praktek bisnis yang mudah, para pejabat negara malah mengumpulkan uang suap dari mereka yang ingin berinvestasi. Untungnya, sejak adanya pemerintahan yang sejak 10 tahun lalu, sudah banyak perubahan yang terjadi dan pemerintah sekarang dilarang mengekspor bahan mentah ke luar negeri.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang