Tips untuk kehidupan sehari - hari : Apa sisi gelap dari pernikahan?

Dilihat 1,1 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ini terjadi kepada sepupu dari teman saya. Dia adalah perwira angkatan laut, memiliki penghasilan yang tinggi dan sudah mapan. Dia dijodohkan oleh orang tuanya. Dia sangat mencintai istrinya dan mereka berdua bepergian ke seluruh dunia. Dia memberikannya banyak barang - barang mahal (bahkan membelikannya apartemen mewah).


Dua tahun kemudian, istrinya mengajukan gugatan cerai. Dia mengatakan bahwa dia punya mimpi keliling dunia dengan mewan dan dia menikasih perwira angkatan laut hanya untuk tujuan itu. Setelah impiannya tercapai, dia tidak lagi butuh bersamanya. Laki - laki yang malang. Dia kehilangan tabungan yang dia kumpulkan dengan susah payah dan yang lebih penting lagi, kepercayaan terhadap orang lain.


Sebuah pernikahan tidak bisa lebih buruk lagi dari ini. Saya menuliskan ini karena sebagai seorang wanita, saya terkejut mendengarnya dan tidak percaya bahwa ada wanita seperti itu. Setahu saya, tidak ada alasan lain dari perceraian itu. Pernikahan mereka merupakan perjodohan. Jadi sekalipun kita berasumsi bahwa dia dipaksa menikah oleh orang tuanya, dia akan membalas dendam pada suaminya. Tapi saya rasa tidak begitu.


Menurut saya ini adalah hal yang sudah direncanakan dan saya tidak memiliki sentimen terhadap wanita itu di sini. Dia menyalahgunakan pernikahan dan menghancurkan kehidupan seorang lelaki. (Mantan) Suaminya sangat menderita di sini. Dia benar - benar mencintai (mantan) istrinya, dia dimanfaatkan, dan dicampakkan. Dia sangat mempercayai pasangannya sampai - sampai dia membeli properti atas nama pasangannya dan bukan namanya sendiri. Jadi sangat mudah bagi wanita serakah itu untuk meninggalkannya.


Yang lebih parah lagi, wanita ini minta pembagian harta gono gini. Apa bisa kamu bayangkan? Meski begitu lelaki itu teap mencintainya dan setelah yang dilakukan oleh (mantan) istrinya, dia tetap memintanya untuk kembali. Kedengarannya memang sangat bodoh, tapi sekarang setelah saya dewasa tapi tahu bahwa ini memang mungkin terjadi kalau kita benar - benar mencintai seseorang. 


Seluruh proses perceraian sangat sulit baginya dan dia mengalami depresi. Hukum lebih berpihak ke seorang wanita dan wanita yang sangat ambisius, egois, dan tidak berperasaan itu menggunakannya untuk menghancurkan suaminya dan mendapatkan harta sebanyak - banyaknya. Saya harap kakak saya atau laki - laki manapun tidak akan berada dalam situasi semacam itu.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang