Hal-hal apa yang paling mengesalkan di adegan film-film perang?

Dilihat 1,08 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

•    Pernyataan  “That's an Order”! (Itu adalah Perintah)

Kebanyakan di dalam film perang, jika seorang atasan atau Sersan Mayor memberitahu untuk melakukan sesuatu, -mungkin karena sifat militernya-, maka dia akan mengatan “That’s an Order”  (Itu adalah perintah). Padahal jika anda harus memberitahu bawahan ada sesuatu yang menjadi perintah, hal itu dikarenakan tidak adanya disiplin dari bawahan sehingga anda harus mengulanginya sendiri.  Dan pengalaman saya selama di militer, rasanya saya  tidak pernah diberitahu atau mendengar perintah seperti itu.

•    Kebanyakan Ngobrol

Di beberapa film perang, banyak degan yang terlalu banyak ngobrol, terutama di film-film lamanya.Salah satu contohnya yaitu film perang yang berjudul  “Saving Private Ryan” yang diperankan oleh Tom Hanks, di film tersebut banayak sekali adegan ngobrol sehingga agak membosankan.  Seharusnya mereka tahu, Ini adalah situasi perang , bukan sedang makan bareng di halaman belakang, bagaimana mungkin dalam situasi tersebut mengobrol sampai panjang lebar ;D  Mungkin memang seseorang harus bertanya atau berbicara dengan atasan pada saat perang, akan tetapi tidak di setiap kesempatan. Yang pasti mereka akan berbicara singkat saja.

•    Kurangnya adegan “rasisme” dalam film perang dunia ke II

 Kurangnya adegan “rasisme” dalam film perang dunia ke II hanyalah rekaan film Hollywood modern. Kenyataannya generasi dalam perang dunia II adalah “generasi terhebat” dimana mereka adalah kelompok yang paling rasis yang pernah ada dan mereka sepertinya tidak ada masalah dengan hal itu. Padahal dalam sejarah perang dunia II, rata-rata orang kulit hitam di panggil dengan kata-kata “n-word”. (baca: Negro), padahal di tempat asalnya (Amerika),  kata-kata tersebut sangatlah rasis dan kasar. Selain itu dalam sejarah perang dunia II, militer AS selain memanggil kulit hitam dengan kata-kata rasis, mereka juga sering meludahi, dan melamparikulit hitam dengan barang-barang (yang membuat orang tersebut patang rahang). Memang pada masa itu istilah tersebut sangat lumrah dan orang-orang yang berbicara seperti itu tidak merasa malu melakukannya. Membuat film perang dengan cara pembersihan fakta seperti itu, menurut saya hanyalah penipuan publik.


•    Perang Vietnam



Banyak film perang Vietnam berpihak kepada Amerika, dimana Amerika dikisahkan selalu menang dan berada di pihak yang benar.  Padahal kenyataanya tidak seperti itu,. Dalam perang yang berlangsung dari tahun 1955 sampai dengan tahun 1975 tersebut, Vietnam menang atas Amerika.  Jadi film-film perang Vietnam yang dibuat Holywood, hanyalah upaya merika untuk menutupi rasa malu atas kekalahan mereka.


    Terjawab sekitar 2 tahun lalu
    Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
    Tulis jawaban sekarang