Usiaku 14 tahun. Apakah aku bisa pergi ke gym?

Dilihat 384 • Ditanyakan 11 bulan lalu
1 Jawaban 1


Siapa yang tak kenal dengan gym?  Gym atau fitness bukanlah istilah asing bagi mereka yang hidup aktif terutama bagi penduduk kota-kota besar. Apalagi trend saat ini banyak merujuk pada pola gaya hidup sehat sehingga masyarakat mulai peduli akan pentingnya menjaga kesehatan. Mereka yang peduli akan kebugaran tubuh biasanya akan menyempatkan waktunya untuk pergi ke gym.


Bentuk olahraga ini sudah sangat populer di masyarakat sejak beberapa tahun yang lalu. Latihan gym menawarkan keragaman peralatan yang memungkinkan Anda untuk melakukan beberapa  jenis olahraga. Berbeda dengan saat berolahraga di rumah, Anda pasti akan merasa bosan dengan perangkat yang itu-itu saja. Kelebihan gym yang lain adalah lebih dapat menginspirasi kita untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Karena  di Gym  banyak bertebaran orang dengan tubuh bugar dan ideal. Nah, hal ini tentunya akan menginspirasi Anda untuk memiliki tubuh yang serupa.  Anda bisa saling berbagi tip dan trik untuk mendapatkan tubuh sehat dan ideal. Sehingga gym centre merupakan salah satu tempat  mencari motivasi  yang tepat untuk mempercepat impian dalam mendapatkan bentuk tubuh ideal dan atletis sekaligus bersosialisasi dengan teman baru.


Memiliki bentuk tubuh atletis ternyata tak hanya diidamkan orang dewasa, bahkan anak-anak pun menginginkannya.  Bila seorang remaja bahkan anak- anak di usia belasan mulai tertarik untuk fitnes dengan cita-cita agar bahu dan lengannya kekar seperti Arnold atau Stallone, pertanyaan pertama yang pertama kali terlintas di kepala  pastilah, “Di usia ini, bolehkah anak- anak melakukan fitnes?”


Bolehkah Anak- anak Melakukan Fitnes?



Kekhawatiran utama saat fitness diterapkan pada anak- anak  ialah berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Gangguan yang dialami di antaranya pemendekan tubuh atau perawakan pendek. Asumsi tersebut tidak pasti kebenarannya, namun ternyata hampir semua orang menganggap benar.


Faktanya? Ternyata program latihan gym tidak menimbulkan efek cedera apapun dan tidak mempengaruhi kesehatan tulang, otot atau organ-organ tubuh yang penting lainnya. Serta yang terpenting, program tersebut sama sekali tidak mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, fleksibilitas atau kerja syaraf dari anak-anak tersebut.


Banyak penelitian dari para ilmuwan yang menyimpulkan bahwa dalam program latihan baik itu jangka panjang maupun jangka pendek, fitnes di usia belia sama sekali tidak menghambat pertumbuhan. Perlu Anda ketahui bahwa tiga lembaga besar di Amerika (The American Academy of Pediatrics, The American College of Sports Medicine dan The National Strength and Conditioning Association) justru mendukung dilakukannya olahraga beban bagi anak-anak.


Bahkan ilmu kedokteran telah menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan utama saat dewasa berasal dari masa kanak-kanak. Apalagi kini kian terjadi peningkatan kasus penyakit kronis seperti kegemukan, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pada jantung. Permasalahan dari masa kanak-kanak inilah yang kerap terjadi dan menjadi masalah kesehatan yang utama kelak. Video games, makan snack (ngemil), terlalu sering menonton TV dan kurangnya program aktifitas olahraga (fitness) di sekolah sangat berkontribusi menghasilkan laju obesitas yang tinggi. Fenomena semua penyakit yang serius ini sesungguhnya terjadi dan dapat menghinggapi seseorang karena pada saat usia belia mengalami kelebihan berat badan karena kurang aktif secara fisik.


Sehingga latihan gym sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang akti,f mempunyai banyak sekali benefit termasuk untuk anak- anak. Berikut manfaat fitness untuk anak- anak.


Manfaat Fitnes untuk Anak- anak:


  • Menambah kekuatan otot dan tulang.

Aktifitas fisik seperti fitness membantu membangun kekuatan otot pada anak-anak dan menjaga kepadatan tulang hingga mereka dewasa.


aktifitas fisik seperti fitness akan menghasilkan suatu pengurangan yang signifikan terhadap masalah obeitas pada anak-anak.


  • Menambah Daya Tahan Tubuh

Dengan melakukan latihan fitness secara rutin dapat memperbaiki kinerja jantung, hal ini sangat baik karena dapat melancarkan sirkulasi darah dalam mengirim nutrisi keseluruh tubuh.


  • Terhindar dari hipertensi

Aktifitas fisik yang teratur pada dasarnya bisa menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada orang dewasa yang menderita hipertensi. Dan ternyata aktifitas fisik yang teratur juga dapat menurunkan tekanan darah bagi anak dan remaja.


  • Peningkatan psikologis ke arah yang lebih baik.

Melakukan aktifitas fisik yang teratur dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi gejala depresi pada anak-anak.


  • Meningkatkan aktifitas dan kesehatan fisik.

Melakukan sejumlah aktifitas fisik apapun macamnya selama masa kanak-kanak dapat memberikan manfaat yang berguna bagi kesehatan. Aktifitas fisik seperti fitness membantu meningkatkan kesehatan bagi anak-anak.


  • Menambah massa otot

Melakukan aktiftas fisik seperti fitness dapat meningkatan kebugaran otot serta mengurangi resiko cedera pada anak-anak.


  • Membuat Tidur Lebih Berkualitas


Dengan melakukan fitness secara rutin juga bisa membuat kualitas tidur anda lebih baik lagi. Anda akan merasakan tidur yang lebih pulas, lebih cepat dan anda juga bisa bangun lebih awal.


Anak-anak yang sehat pada umumnya memiliki aktifitas fisik yang cukup tinggi, mereka selalu bergerak dinamis dengan didorong naluri keingintahuannya terhadap lingkungan sekitarnya. Lalu berapa banyak waktu yang dibutuhkan bagi seorang anak untuk latihan atau bergerak secara aktif? Menurut National Association of Sport and Physical Education, seorang anak harus melakukan latihan atau bergerak secara aktif setiap hari sebanyak:

1.    Paling sedikit 30 menit untuk melakukan aktifitas fisik terstruktur.

2.    Paling sedikit 60 menit aktifitas fisik yang tidak terstruktur (free play).

3.    Tidak melakukan aktifitas yang aktif labih dari satu jam.



Dalam olahraga apapun, perlu diingat bahwa penting bagi Anda untuk mengenal risiko-risiko cedera. Sehingga diperlukan panduan fitness untuk pemula guna mengurangi resiko cedera yang dapat terjadi. Berikut paparannya:


1.    Melakukan Pemanasan


Panduan fitness untuk pemula yang pertama adalah melakukan pemanasan setiap kali hendak memulai fitness. Dengan pemanasan, otot yang tadinya kaku tak akan menjadi sulit untuk digerakan. Selain itu, pemanasan jugalah yang akan mencegah kita dari cedera. Peregangan atau stretching merupakan pemanasan yang tepat.


2.    Memulai secara perlahan


Memulai secara perlahan adalah panduan fitness untuk pemula yang tak kalah penting. Tak perlu terburu-buru untuk melakukan fitness dengan alat yang berat. Carilah dan gunakanlah peralatan fitness yang simpel lebih dulu bila memang masih pemula.


3.    Dampingan Instruktur


Sekalipun masih menggunakan peralatan fitness sederhana, tetap saja seorang pemula fitness membutuhkan instruktur untuk mendampingi.


Kita semua mengenal bintang Hollywood papan atas yakni Arnold Schwarzenegger bukan? Dia pun memulai karirnya sebagai binaragawan pada usia 15 tahun dan memenangkan gelas Mr. Universe pada usia 20 tahun. Jadi usia sama sekali bukan masalah. Yang penting adalah, saat kamu mulai pergi ke gym, kamu harus menjaga pola makanmu dan melakukan jenis latihan yang sesuai dengan jenis tubuhmu. Kalau kamu khawatir bahwa pertumbuhanmu akan terhenti, itu hanya mitos. Hal tersebut sepenuhnya bergantung pada gen mu. Jadi berlatihlah dengan keras sampai kamu berkeringat dan bersahabatlah dengan seluruh peratalan yang ada di gym. Semoga beruntung!






Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang