Yang manakah penyakit yang lebih melemahkan , gangguan bipolar tipe 1 atau gangguan Skizoafektif ?

Dilihat 271 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1


Saya pikir hal itu tergantung pada masing-masing orang.


Jika seseorang dengan bipolar tipe 1 diobati, dan hanya 30% nya merupakan pengobatan dengan lithium , maka saya akan katakan bahwa schizoafektif merupakan penyakit gangguan kejiwaan yang lebih buruk.


Namun jika pasien schizoafektif merespon pemberian obat mood stabilizer (atau antidepresi) dengan baik dan kadang-kadang mereka juga menjadi "sadar" - dimana orang yang telah lama memiliki gangguan kejiwaan tetapi merespon pengobatan dengan cukup baik dan mendapat perawatan yang cukup agar penyakitnya hilang -   maka gejala nya akan sama saja seperti bipolar tipe 1.


Terutama jika perubahan mood dalam ganguan schizoafektif hanya tipe depresif


Gangguan kejiwaan semacam “paranoid” ini sering menyebabkan pasien berhalusinasi –mereka percaya bahwa itu hanyalah delusi, tetapi mereka masih “merasa” paranoid dan curiga.

 

Ini hanya beberapa pemikiran saya berdasarkan instuisi yang saya punya. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana menggali secara mendalam tentang gejala negatif dan positif dari schizoafektif dan dugaan saya adalah bahwa kelompok ini cukup beragam – beberapa orang mungkin merasa lebih baik setelah perawatan. Tetapi penderita bipolar tipe 1 mempunyai kesempatan yang lebih cepat untuk sembuh karena diagnosis dan perawatannya lebih cepat berhasil dibandingkan schizoafektif.

 

Di sisi lain jika Anda memiliki Bipolar tipe 1 dan perawatan yang sedang anda jalani tidak ada pengaruhnya serta anda sangat sering mengalami perubahan suasana hati (mood) yang parah - kemungkinan gangguan kejiwaaan tersebut benar-benar bisa menjadi lebih buruk.

Dan untuk kedua gangguan kejiwaan tersebut tergantung pada apakah diri anda menerima dengan ikhlas penyakit tersebut serta apakah anda minum obat secara teratur.

Dan jika ganguan ganguan schizoafektif anda bukan tipe mania, mungkin obat anti depresi akan membantu anda, tetapi untuk ganguan Bipolar tipe 1, obat-obat anti depresi sangat berbahaya bagi mereka.

 

Juga karena gangguan Bipolar ada yang berupa episode (tipe) campuran (campuran tipe 1 dan 2), mereka sangat berpotensial menarik diri dari pergaulan sehingga terisolasi secara sosial, seperti yang sering terjadi pada penderita skizofrenia atau penyakit gangguan kejiwaan lain yang telah berlangsung lama.


Pada akhirnya kedua ganguan kejiwaan tersebut akan jauh lebih buruk jika mereka mengkonsumsi obat-obat terlarang atau mencoba mengobati diri sendiri dengan alkohol . Jadi banyak faktor yang berperan untuk masalah ini.


  

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang